Rovinj

Kota pelabuhan Istria di tepi Adriatik dengan jalan-jalan berlapis batu dan gereja menara di puncak bukit.

Rovinj, Kroasia

— Rovinj, Kroasia

Kroasia punya 1.244 pulau dan lebih dari 5.000 km garis pantai. Sebagian besar perhatian dunia jatuh pada Dubrovnik — kota berdinding Game of Thrones di Dalmatia selatan — atau Hvar dengan kehidupan malamnya. Tetapi 700 km ke utara, di semenanjung Istria, ada sebuah kota pelabuhan kecil yang banyak orang Kroasia sendiri anggap sebagai yang paling indah: Rovinj.

Rovinj dulunya adalah pulau, dipisahkan dari daratan oleh selat sempit. Pada tahun 1763, selat itu diisi, dan kota menjadi semenanjung. Tetapi karakternya tetap kepulauan: jalan-jalan sempit berlapis batu yang berkelok naik ke puncak bukit, gereja Santa Eufemia dengan menara lonceng yang menjulang 60 meter, dan rumah-rumah Venesia yang berdesakan, dindingnya bercat dalam warna salmon, ochre, dan terracotta yang memudar oleh matahari Adriatik selama berabad-abad.

Empat abad di bawah Venesia

Dari 1283 hingga 1797, Rovinj adalah bagian dari Republik Venesia. Pengaruh ini terlihat di setiap detail: bahasa daerah Istriot yang masih mirip dengan Venesia, masakan yang banyak menggunakan minyak zaitun lokal dan ikan segar, dan tentu saja arsitektur. Berjalan di pusat tua Rovinj terasa seperti versi miniatur Venesia — tanpa kanal, tetapi dengan laut yang melingkupi tiga sisi semenanjung.

Naik ke puncak bukit menuju Gereja Santa Eufemia adalah ritual yang harus dilakukan. Gereja ini menyimpan sarkofagus St. Eufemia — santa pelindung kota — yang menurut legenda terdampar di Rovinj pada tahun 800 setelah perjalanan misterius melintasi Laut Adriatik. Naiklah 192 anak tangga ke puncak menara lonceng (replika San Marco di Venesia) untuk pemandangan 360° yang mencakup Pegunungan Alpen Italia di hari yang jernih.

Untuk Pencinta Kuliner

Istria adalah surga gastronomi Kroasia — wilayah pertama di luar Italia yang mendapatkan UNESCO Creative City of Gastronomy. Cobalah fuži dengan truffle hitam Istria (lebih murah dari Italia, sama enaknya), atau pršut Istarski (ham yang diawetkan dengan angin Bora). Pasangkan dengan Malvazija Istarska, anggur putih lokal yang segar.

Sunset di Punta Corrente

Di tepi selatan kota, ada Park Šuma Zlatni rt — sebuah taman hutan pinus yang menjorok ke laut di Punta Corrente. Di akhir hari, berjalanlah ke ujung tanjung dan duduk di batu-batu di tepi air. Matahari akan tenggelam tepat di balik siluet pulau-pulau kecil St. Andrew dan Maškin di kejauhan, mengubah seluruh kota di belakangmu menjadi keemasan, lalu pink, lalu lavender.

Setelah matahari terbenam, kembali ke pusat tua dan cari konoba — restoran tradisional kecil — untuk makan malam ikan segar yang ditangkap pagi itu. Brodet (sup ikan), buzara (kerang dalam saus anggur putih), atau scampi alla buzara. Pasangkan dengan teran (anggur merah Istrian yang berani). Selesaikan dengan rakija (brandy buatan rumah). Ini bukan jenis makan malam yang ingin kamu terburu-buru.