Colmar

Kota tua di Alsace dengan kanal-kanal sempit dan rumah berbingkai kayu — inspirasi nyata untuk Beauty and the Beast.

Colmar, Prancis

— Colmar, Prancis

Di wilayah Alsace, tempat Prancis dan Jerman saling memeluk selama berabad-abad, ada sebuah kota kecil yang terasa seperti seseorang mengeluarkannya dari buku dongeng dan menempatkannya di dunia nyata. Namanya Colmar. Penduduknya sekitar 70.000 orang. Dan ia mungkin adalah kota paling fotogenik di seluruh Prancis.

Jalan-jalan di pusat tua Colmar adalah labirin kecil yang berlapis batu, dengan rumah-rumah berbingkai kayu (colombages) berusia 500 tahun yang dilukis dengan warna-warna pastel — pink memudar, hijau pirus, kuning mustard, biru lavender. Geranium merah tumpah dari setiap jendela. Toko-toko roti masih membuat kouglof dan bredele dengan resep abad pertengahan. Dan di Petite Venise — distrik dengan kanal-kanal sempit — kamu bisa naik perahu datar yang dikemudikan oleh tukang perahu dengan tongkat panjang, seperti gondolier versi Alsace.

Latar untuk Beauty and the Beast

Tim Disney secara terbuka mengakui bahwa Colmar — bersama dengan beberapa kota Alsace lainnya — adalah inspirasi visual untuk "village" tempat Belle tinggal di film Beauty and the Beast (1991, dan live-action 2017). Saat berjalan melalui Rue des Marchands atau Quai de la Poissonnerie, akan ada momen di mana ekspektasi kamu untuk mendengar lagu pembuka "Bonjour" sangat tinggi.

Tetapi Colmar jauh lebih dari sekadar latar Disney. Ia adalah ibu kota anggur tidak resmi Alsace. Selama berkendara hanya 20 menit, kamu bisa mengunjungi desa-desa anggur seperti Riquewihr, Eguisheim, dan Kaysersberg — masing-masing seperti versi mini Colmar dengan kebun anggur yang menggantung di lereng Vosges. Cobalah Gewürztraminer atau Riesling Grand Cru, dan pahami mengapa Alsace adalah salah satu wilayah anggur paling khas di dunia.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Akhir November hingga akhir Desember, Colmar berubah menjadi salah satu pasar Natal terbesar dan terindah di Eropa. Lima alun-alun di pusat tua dipenuhi kios-kios kayu, lampu temaram, dan aroma vin chaud (anggur panas berbumbu). Pesan akomodasi 6-9 bulan sebelumnya.

Yang tidak boleh dilewatkan

Museum Unterlinden adalah salah satu museum daerah terbaik di Eropa, dengan koleksi mulai dari altar Issenheim abad ke-16 yang mengerikan-indah hingga karya Picasso dan Monet. Pasar tertutup Marché Couvert (sejak 1865) adalah tempat untuk membeli munster (keju lokal yang berbau intens), tarte flambée, dan choucroute garnie. Dan di akhir hari, naiklah ke menara Maison Pfister — rumah berbingkai kayu paling indah di kota — untuk pemandangan atap merah Colmar yang terhampar di bawah.

Ada sesuatu yang khusus tentang Alsace — sesuatu yang berasal dari pertemuan dua budaya besar selama berabad-abad. Kamu akan mendengar penduduk berbicara Alsacien (dialek Jerman) di pasar, sambil menyajikan tarte flambée bersama choucroute Jerman dengan presisi Prancis. Colmar adalah kota di mana Eropa, dalam pengertian terbaiknya, sangat hidup.